Minggu, 25 April 2010

kebijakan

Minggu, 25 April 2010
Sebuah kisah yang amat menggugah hati orang terjadi di propinsi Ciang Si
kota Nan Chang. Pada tahun 1938 bertepatan masa peperangan dimana
Presiden Ciang Kai Sek yang saat itu masih menjabat sebagai komandan
laskar yang bertempat di Nan Chang.

Saat waktu luang ,banyak tentara pergi berbelanja keperluan sehari-hari.
Saat itu mata uang yang digunakan adalah Yen. Kaum wanita yang sudah
berusia lanjut dan lemah tampak berjajaran di sepanjang jalan menjual
handuk dan kaos kaki bagi keperluan tentara.

Suatu hari, seorang nenek tua menangis terisak-isak di sebuah jalan.
Orang yang lewat menanyai sebabnya, rupanya seseorang telah membeli
banyak sekali dagangannya dengan uang Yen palsu. Ketika sadar uang itu
palsu, si pembeli sudah lenyap entah kemana.

Kebetulan lewat seorang tentara yang baru mendapat gajian dan berbelanja
di sekitar jalan itu. Melihat sang nenek sangat sedih, maka dia
menghiburnya, "Tak usah sedih Nek,gaji saya cukup. Tukarkan uang palsumu
kepada saya sebagai kenang-kenangan. Nah,ini ambillah. Semoga dapat
menjadi modal usahamu kelak".

"Mana boleh? Mana mungkin saya menerima sementara anda yang
mengorbankan uangmu". Si Nenek terus bersikeras tidak mau menerima
tawaran si tentara tapi karena tak tega menolak ketulusannya, akhirnya
menerima juga dengan ucapan terima kasih yang mendalam.

Selang beberapa bulan si Tentara berdinas kembali ke kota Nan Chang dan
mencari Nenek yang malang itu. Dia berkata bahwa kepingan Yen palsu itu
telah menyelamatkan nyawanya.

Ceritanya ketika dia berada di barisan depan dalam medan pertempuran,
tiba-tiba sebuah peluru menghantam ke dadanya. Tamat sudah kali ini,
pikirnya hingga pingsan karena ketakutan. Tapi begitu mata di buka,
sakitnya tidak terasa. Dirabanya bagian dada tapi tak ada darah
sedikitpun. Waktu menyentuh kepingan logam yang berada di kantong
kirinya ternyata uang Yen palsu itu sudah cekung karena peluru itu.
Rekan seperjuangannya menjadi tak habis berpikir, bagaimana mungkin
peristiwa tersebut dapat terjadi. Berita itu meluas keseluruh kota Nan
Chang.

~~~

Siapa bilang perbuatan baik dan jahat tiada balasannya? Cuma karena
waktu yang belum matang, hingga pembalasan karma belum tampak.
Inilah salah satu kesaksian betapa pentingnya memupuk jasa pahala dan kebajikan.

"Rejeki bersumber dari anugerah Tuhan. Berbuat jasa kebajikan tanpa
menuntut pamrih. Manusia bekerja keras, Tuhan yang menentukan segalanya".
Karena itu, menegakkan jasa kebajikan secara samar (tanpa diketahui
orang) akan mendatangkan anugerah yang tak disangka. Demikianlah Hukum
Karma itu.
 
◄Design by Pocket